Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 293531
  • Unique Visitor: 60373

Iman

Sebenarnya iman atau percaya bukan hanya masalah agama. Dalam setiap aspek hidup kita, iman pegang peranan yang menentukan. Tidak ada transaksi dagang dapat dibuat tanpa saling percaya. Tidak ada pernikahan dapat dimulai dan diteruskan tanpa saling percaya. Pokoknya, percaya adalah sendi-sendi hidup kita sehari-hari. Dari rumah ke kantor, dari persahabatan ke pemerintahan, dari studi ke cinta, dari kegiatan fisik ke kegiatan mental, semua dipengaruhi oleh adanya kepercayaan.

Dalam iman Kristen, iman dianggap fondasi bangunan kekristenan kita. Karena iman kita percaya pada kebenaran Ilahi (Ibr. 11:3). Oleh iman kita menerima anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus (Ef. 2:8-9). Iman mempertautkan kita dengan Allah yang hidup dan berkuasa, menyebabkan kita mengalami berbagai bentuk penyataan kuasa-Nya dalam hidup kita sehari-hari (Mat. 21:21-22). Iman yang hidup membuahkan ketaatan dan kesucian (Yak. 2:27). Kita hidup dari iman kepada iman (Rm. 1:17). Intinya, hidup yang memperkenan Allah adalah hidup yang beriman (Ibr. 11:6).

Karena demikian penting, Allah memperingatkan kita untuk menguji diri (2Kor. 13:5). Kita harus tahu, iman yang bagaimana iman Kristen sejati itu. Iman yang benar berdiri atas dasar iman yang benar pula, yaitu dari Allah dan kebenaran-Nya dalam Alkitab. Aspek pertama ini berhubungan dengan pengertian akan kebenaran. Yang ingin imannya kuat dan bertumbuh sehat, harus kembali pada Alkitab, menggalinya, mencocokkan dan mengimaninya. Kita menjadi Kristen karena menerima Kristus dan karya-Nya ke dalam hidup kita, karena iman. Pengetahuan kita tentang kebenaran, disusul oleh persetujuan mental. Iman kepada Kristus berarti menerima hal-hal tentang Kristus sepenuhnya. Adanya dua aspek ini, belum membentuk iman yang sejati. Iman sejati dimeteraikan oleh penyerahan diri kepada Kristus. Tuhan Yesus tidak saja bicara tentang percaya kepada-Nya, tetapi juga menerima dan mengikut dia, serta tetap di dalam Dia (Yoh. 1:12; Mat. 11:28-29; Yoh. 15:4).

Bila ini ukurannya, jelas tidak semua orang yang mengaku beriman, benar-benar beriman. Orang yang sesungguhnya beriman adalah orang yang hidupnya diperintah oleh firman Tuhan. Orang tersebut menempatkan Kristus sebagai Tuhan kehidupannya (1Pet. 3:15). Ada tidaknya iman sedemikian, dapat diukur dari buah-buahnya.

Ini terjadi karena Kristus hadir dalam hidup orang beriman, bukan sekadar tamu, tetapi sebagai pemilik yang berhak penuh untuk mengatur. Seperti inikah iman Anda?