“Sudah lahir barukah Anda?” Demikian pertanyaan yang kadang-kadang membingungkan ini, sering kita dengar dilontarkan oleh para penyuluh KKR dan rekan-rekan Kristen yang bersemangat PI tinggi. Kita bingung karena beberapa hal. Pertama, seperti Nikodemus, pikiran kita terpaku pada kata “lahir” itu. Mungkinkah seorang lahir ulang, padahal hidup hanya satu kali?
Ada kesan seolah kekristenan sama dengan satu momen istimewa, perubahan radikal dan mendadak. Padahal dalam Alkitab, hidup Kristen adalah suatu proses perjalanan seumur hidup. Pada “teologia lahir baru”, keputusan pribadi lebih diutamakan, sedangkan dalam Perjanjian Baru baptisan sangat dipentingkan. Nah, bagaimana ini?
Memang hidup Kristus adalah perjalanan sepanjang hidup iman kita. Tetapi proses itu dimulai oleh suatu titik tolak pembaruan. Tanpa titik tolak ini, sama sekali tidak ada perjalanan hidup Kristen. Sebab pada diri manusia sendiri, manusia hanya daging adanya (daging menunjuk sifat dosa manusia lahirlah – 1Kor. 15:50; Yoh. 3:6), buta keadaannya (Yoh. 3:3, yaitu tidak memiliki kemampuan untuk melihat, menilai, mengasihi hal-hal surgawi), dan tidak berdaya (1Kor. 2:14). Daging tidak dapat melahirkan hidup rohani (Yoh. 3:6).
Alkitab jelas menunjukkan bahwa hidup Kristen bukan evolusi tapi revolusi! Kebenaran ini dilukiskan melalui tiga gambaran. Pertama, kelahiran (Yoh. 3:15; 1Yoh. 2:29; 3:9; 4:3; 5:1-4’ 1Pet. 1:3, 23). Kedua, ciptaan (Gal. 6:15; 2Kor. 4:6) dan ketiga kebangkitan (Rm. 6:13; Ef. 2:15; 1Yoh. 3:14). Ketiga analogi ini sama menekankan beberapa hal. Pertama, peristiwa tersebut terjadi karena aktivitas Allah, bukan manusia. Kedua, setiap analogi menekankan adanya peristiwa yang drastis, radikal dalam momen tertentu, tetapi yang membawa (ini lebih utama) perubahan seterusnya.
Melahirkan kembali adalah karya Allah. Bertobat dan beriman adalah kewajiban kita. Maka sebaiknya berita PI kita janganlah” “Sudahkah kau lahir baru?”, tetapi “Sudahkah Anda bertobat dan menyerahkan diri pada Yesus Kristus?” Baptis tidak menciptakan kelahiran baru. Baptisan adalah tanda bahwa seseorang benar-benar bertobat dan menerima Yesus Kristus yang memperbaruinya.
Lahir kembali tidak sama dengan tindakan keputusan, angkat tangan, maju ke muka, dlsb. Kelahiran kembali pasti diikuti oleh lahirnya kehidupan yang baru. Hidup yang berasal dari Allah sendiri. Hidup Allah diungkapkan ulang dalam hidup tersebut: akal budi yang diterangi, hati yang kudus, keinginan baru, perjalanan hidup yang baru.






