Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 63947
  • Unique Visitor: 13808

Salib Kristus

Untuk orang yang sudah agak lama berakar dalam tradisi Kristen, “salib” merupakan salah satu unsur terpenting imannya. Tetapi untuk kebanyakan orang, salib adalah kebodohan.

Betapa tidak! Salib pada zaman penjajahan Romawi adalah alat penghukum terkeji dan terhina untuk penjahat berkaliber. Hukuman mati sedemikian ngeri, sengaja dibuat demonstratif untuk dijadikan peringatan keras bagi masyarakat tentang konsekuensi kejahatan. Karena itu, bagaimana mungkin Yesus yang tersalib itu dapat diterima sebagai Sang Mesias Perkasa yang disertai Allah untuk menebus, oleh orang Yahudi? Bagaimana pula orang Yunani yang sangat mementingkan hikmat itu, dapat menerima-Nya sebagai Hikmat Allah? (1Kor. 1:23).

Kristus tersalib adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah (1Kor. 1:24). Mengapa? Karena melalui salib Kristuslah, kuasa Allah yang menyelamatkan manusia dimungkinkan terjadi, dan melaluinya pula yang beriman kepada-Nya dimungkinkan mengenal Allah, tidak hanya secara intelektual tetapi bersekutu dan memperoleh bagian dalam hidup kekal-Nya. Itu sebabnya, Injil ialah Injil tentang Yesus Kristus yang tersalib. Waktu Yesus mati di kayu salib, Dia memperdamaikan manusia dengan Allah (2Kor. 5:19). Darah-Nya yang tercurah memperdamaikan kita dengan Allah (Kol. 1:20), bahkan salib juga memulihkan hubungan kita dengan sesama manusia (Ef. 2:14-16).

Beda dari kita, Yesus mati bukan karena kesalahan-Nya, bukan pula sebagai nasib akhir. Dia mati sebab Dia taat kepada kehendak Allah. Nyawa-Nya tidak diambil dari-Nya, Dia menyerahkan nyawa-Nya tidak diambil dari-Nya, Doa menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa. Dia menggantikan posisi kita orang berdosa, menanggung upah dosa yaitu maut, memikul konsekuensi dosa yaitu murka Allah. Karena Dia benar, Dia adalah korban penggantian yang memuaskan tuntutan kesucian dan keadilan Allah. Itu sebab, iman kepada salib Yesus Kristus adalah iman yang teguh dan pasti. Keampunan, keselamatan, penebusan, sudah dimiliki orang yang beriman kepada-Nya! Puji Tuhan! (Lihat Kol. 2:13-14; Kol. 1:13-14).

Salib adalah kemuliaan orang beriman. Makna salib untuk kita kini bukan hanya salib Kristus dulu. Salib berarti persekutuan dengan-Nya (Mat. 10:38; Mrk. 8:34; Luk. 14:27; Fil. 3:10-11). Dengan iman kita menerapkan salib pada sifat-sifat dosa kita (Gal. 5:24). Supaya dengan itu, kuasa hidup barunya boleh nyata jelas dalam hidup kita. Memberlakukan salib berarti memberlakukan pada kebangkitan-Nya. Hanya orang yang sedia mati terhadap dosa, yang akan hidup dalam kebenaran. Salib bukan saja membuat kita bersyukur tanpa putus. Salib memberi kita motif untuk hidup suci dan mengabdi penuh cinta.