Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 48663
  • Unique Visitor: 10862

Tuhan, Firman, Iman, Rekan, mengubah Zaman

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan juga yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia “ (2Pet. 1.3-4)

Zaman kita sedang berubah luar biasa pesat. Mentalitas orang tentang perubahan pun berubah. Dari agak enggan menerima perubahan terutama di antara sikap generasi-generasi lampau, ke kegandrungan tak terkirakan akan perubahan. Barangkali tepat mengatakan bahwa banyak orang yang maniak akan perubahan, kini. Jika tidak baru, beda, lain, aneh, tidak mantap hidup ini. Begitu barangkali tepat menggambarkan mentalitas orang zaman kini. Zaman yang karena itu juga sering disebut zaman edan. Salah satunya edan karena maniak akan perubahan itu.

Mengapa orang begitu mendambakan perubahan? Sebab perubahan sering disamakan dengan perbaikan. Perubahan karena teknologi maju misalnya, menjanjikan pola kerja dan hidup yang lebih mudah dan nyaman. Perubahan karena peningkatan kapabilitas tentunya diharapkan membawa perbaikan dalam penghasilan dan taraf hidup. Gereja yang berubah pun diharapkan lebih menjawab kebutuhan warganya dan lebih mengena dalam menjangkau kebutuhan. Di dalam zaman yang berubah pesat dan menuntut perubahan sebagai suatu keharusan, niscayalah Gereja dan orang Kristen pun harus berubah.

Namun, jika Kekristenan berubah karena mengikuti arus keinginan, esensi dan pola perubahan yang diterima zaman, maka Kekristenan pasti sedang mengkhianati Tuhannya, mempertukarkan jatidiri dan misinya dengan sesuatu yang tak bernilai di hadapan Allah. Mengapa? Sebab Alkitab bicara dengan jelas, juga fakta nyata sekitar kita sehari-hari memeragakan bahwa perubahan yang dunia inginkan semu adanya, bahkan pada intinya sangat merusak. Dengan ekstrim - namun justru itu harus disimak tegas oleh orang Kristen - zaman atau dunia ini menurut Firman Allah, sedang berubah yang membawanya ke ujung kepunahan yaitu kebinasaan. Sebab perubahan yang diinginkan bergeser dari poros orbit seharusnya yaitu Tuhan ke ilah zaman, hasrat tak terkendali, peniadaan nilai dan norma. Maka hasil dari perubahan demikian hanyalah kekacauan, kebingungan, kegalauan, kehampaan, kejenuhan, kesia-siaan.

Itu sebabnya makin penting dan makin berat jugalah panggilan untuk orang Kristen dan gereja yaitu untuk berubah yang mengubah zaman. Maka diperlukan ketajaman menilai yang sangat tinggi sehingga tidak larut menjadi orang Kristen dan gereja yang “user friendly” terhadap dunia ini. Maka juga dituntut keteguhan prinsip bahwa perubahan yang harus kita jalani adalah perubahan yang tidak membuat kita melenceng tidak setia terhadap Allah, kebenaran Firman dan pola kerja-Nya dari zaman ke zaman. Syukurlah bahwa Alkitab menyaksikan Allah sendiri “berubah” dalam bersikap, bertindak mewujudkan kehendak-Nya dalam perjalanan dunia melintasi zaman. Ia adalah Tuhan yang tidak berubah namun yang berubah sedemikian rupa sehingga sambil tetap sama dulu-sekarang-dan selamanya, Ia tetap relevan berarti dalam zaman mana pun. Ia yang tak berubah itu berinteraksi secara bermakna dalam zaman apa pun dan menciptakan suatu zaman yang baru. Inilah yang dalam istilah lebih akademisnya kita sebut bukan sebagai ketidakberubahan batu tetapi ketidakberubahan nafas.
Sesudah 39 tahun PPA disertai Tuhan sebagai alat-Nya di Indonesia, isu tidakberubah dan berubah ini menjadi sangat krusial untuk digumuli serius. PPA harus tidak berubah dalam setianya kepada Tuhan, merangkul tuntunan-Nya berayun langkah menjelajahi medan misi-Nya. PPA juga tidak boleh mengkompromikan komitmennya pada Firman, terang yang dalam pemberdayaan Energi Kudus Roh Allah adalah satu-satunya harapan bagi dunia yang sedang meraba-raba panik dalam gelap. Karena itu kita perlu berpegang pada janji bahwa kuasa-Nya dan janji Firman-Nyalah yang akan menopang kita setia demikian. Barulah kita akan luput dari kekuatan perubahan yang sejatinya adalah kekuatan pembinasa yang sedang giat beroperasi dalam zaman ini. Tidak cukup sampai di sini. Seperti halnya Allah tidak berubah yang berubah, demikian kita pun harus serasi Dia. Sama yang tidak sekadar idem –menjiplak dan membeo saja apa yang sudah dilakukan berulang-ulang sepanjang waktu, tetapi harus berani ipse – sama tetapi berbeda, berbeda namun hakikatnya sama, yaitu setia kepada Tuhan dan Firman dengan cara yang relevan dan mengubah zaman. Untuk itu tiap orang yang terlibat dalam pelayanan pengubahan hakiki demikian dalam PPA, perlu iman dan perlu rekan.

Impian saya sejak awal saya terlibat dalam pelayanan PPA adalah demikian tadi. Di dalam dan melalui PPA memancar terang Firman Allah sedemikian rupa sehingga zaman dimana PPA dipercayakan Allah untuk eksis, tidak mungkin sama terus. Kiranya Tuhan dalam kemurahan dan kuasa kekal-Nya memberdayakan PPA terus untuk menjadi pemancar terang Firman dalam zaman ini. Kiranya dengan Iman yang gigih dan taat, kita sebagai jejaring para Rekan sekerja Kristus, berjuang dukung-mendukung mewujudkan kemungkinan dahsyat yang akan terjadi di Indonesia zaman ini. Tuhan, Firman, Iman, Rekan, mengubah Zaman – melalui PPA. Kiranya Allah Tritunggal dimuliakan!