Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 48657
  • Unique Visitor: 10862

BGA Untuk Ujian Praktik

 Pembinaan BGA di SMP IPK Pluit

 


Memasuki 2010 ini, rasanya start pertandingan pelayanan sudah dimulai sejak 4 Januari, dimana aktivitas pekerjaan di PPA bergerak. Tak terlepas juga untuk pelayanan Generasi Muda. Penawaran surat pelayanan BGA mulai direspons oleh beberapa sekolah dan gereja. Bersyukur untuk hal itu.

Dalam bulan Januari hingga Februari ini ada beberapa sekolah yang meminta pelatihan BGA. IPK Pluit, IPK Puri, Sekolah Kristen Tiara, HKBP Lenteng Agung, HKBP Tebet, GKY Kelapa Gading dan GKJ Kartini merespons penawaran BGA.

Dari hasil perbincangan dengan para guru dan pembina remaja pemuda yang telah dilayani PPA, diketahui latihan bersaat teduh dengan metode BGA membantu remaja dan pemuda/ siswa untuk mengenal Allah lewat firmanNya. Dan pembinaan itu harus dilakukan terus menerus setiap hari.

Yang mengejutkan ternyata metode BGA ini dijadikan bahan dasar untuk ujian praktik agama di sejumlah sekolah. Menurut Bapak Luki Supit, guru di IPK Pluit, pihaknya membuat soal-soal ujian agama dengan metode BGA. “Seluruh kelas 9 diwajibkan menyelesaikan soal ujian agama dengan BGA. Supaya siswa bukan hanya tahu mendalami Alkitab tetapi juga merasakan ayat-ayat firman Tuhan yang dibahas dalam kehidupan mereka,” katanya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Moses, guru IPK Puri. Metode BGA dijadikan bahan dasar ujian agama agar siswa tidak hanya menghafal ayat saja. “Si siswa diajak berfikir. Berusaha mendalami dan menggali dengan metode ini. Dan diharapkan manfaatnya bisa dirasakan oleh mereka langsung,” kata Pak Moses.

Maka dalam satu kesempatan pembinaan BGA, siswa kelas 9 IPK Pluit melakukan pelatihan. Dari latihan selama dua hari, siswa diajak untuk mendalami firman Tuhan lewat metode BGA ini. Awalnya agak sulit karena para siswa agak kurang memahami pada proses langkah ke tiga. Namun dengan melakukan latihan dan diskusi langsung, baik pribadi dan kelompok, pemahaman itu mereka dapat.

Salah seorang siswa kelas 9 bertanya, apa yang membedakan pelajaran dan perintah saat kita mendalami firman Tuhan dengan metode BGA ini? Lewat pertanyaan-pertanyaan seperti itulah kemudian didiskusikan. Siswa diajak untuk mempresentasikan baik pribadi dan kelompok hasil BGA-nya. Dan pertanyaan-pertanyaan yang mereka kurang pahami bisa terjawab.

Kami terus berdoa agar banyak sekolah, lembaga Kristen dan gereja lainnya yang mau mendalami metode BGA ini khususnya bagi kaum muda. Sekali lagi kami bersyukur ada sekolah-sekolah yang mengunakan metode BGA ini sebagai bahan ujian agama.

Langkah kecil yang terus kami lakukan adalah tetap menghubungi sekolah, lembaga dan gereja untuk menjalin kerjasama. Kami juga membuka relasi bagi saudara yang ingin dilayani pembinaan BGA khusus untuk kaum muda. Dukungan doa perlu bagi kami untuk terus bisa menyebarluaskan pembinaan metode BGA bagi generasi muda. Biarlah kiranya langkah kecil itu dapat berdampak besar bagi kehidupan kaum muda.(ps)