Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 570638
  • Unique Visitor: 116636

Kesaksian Pembaca Santapan Harian

Surat Pembaca dari Solo

Sudah dua puluh tahun saya melayani panti asuhan, ada yang berasrama dan ada juga yang nonasrama. Ada sekitar 400-600 anak yang harus saya arahkan. Anak-anak ini berasal dari keluarga yang miskin, misalnya yang orang tuanya bekerja sebagai pemulung.
 
Sekian tahun melayani mereka, saya hampir meyakini filosofi Jawa tentang "bibit, bebet, bobot" atau pepatah yang mengatakan "Kacang ora ninggalke lanjaran" (=buah jatuh tidak jauh dari pohonnya), artinya sifat dan sikap anak tidak jauh berbeda dengan sifat dan sikap orang tuanya. Mengapa? Pengalaman berbicara demikian. Sudah orang tuanya menjadi pemulung, tetapi si anak pun tidak punya hasrat untuk menaikkan taraf hidupnya. Padahal ada donatur yang bersedia membiayai mereka sampai lulus sebagai sarjana, tetapi mereka hanya mau bersekolah sampai SMP saja.
 
Betapa gemasnya saya melihat kenyataan seperti itu. Saya jadi berpendapat bahwa manusia ditentukan oleh manusia lainnya dan juga oleh lingkungan di mana dia berada. Ma sulit benar untuk mengubah mereka. Ingin menyerah rasanya.
Namun Tuhan yang Maha Baik itu memperhatikan saya. Firman Tuhan di Santapan Harian tanggal 26-27 Mei 2008 berbicara tentang dua hakim, yaitu Yefta dan Simson. Yefta, anak perampok, diubahkan, tetapi Simson yang sudah dipersiapkan sejak lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang takut akan Tuhan justru mengalami akhir hidup yang tragis.
Santapan Harian menuliskan,"Bila kita bandingkan kisah Yefta dan Simson, maka kita akan mendapati bahwa lingkungan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi hidup dan karakter seseorang. Faktor penting lain adalah pilihan dan keputusan masing-msaing karena tiap orang punya kesempatan untuk hidup dan berkarya bagi Allah."
Firman Tuhan maupun uraian ini terasa memberi kekuatan baru pada saya. Saya melihat masih ada harapan pada anak-anak yang saya asuh. Ada Roh Kudus yang akan membimbing saya dan juga mereka. Bayangkan, apa jadinya mereka bila saya muncur dari pelayanan ini? Siapa yang akan memperkenalkan Tuhan kepada mereka. Firman Tuhan meneguhkan saya untuk tetap menekuni pelayanan ini.

Pdt. Titus Supriwanto, Surakarta- Jawa Tengah