Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 565444
  • Unique Visitor: 115516

Pengantar Kitab Habakuk

Diambil dari Santapan Harian tahun 2005.

Kitab Habakuk satu-satunya kitab nabi yang menyebut nabi dengan gelarnya. Mengenai pribadi Habakuk, praktis kitab ini tidak menceritakan apa pun. Ada pandangan yang mengatakan bahwa Habakuk adalah imam Bait Allah yang sekaligus menjadi nabi, karena nyanyian mazmur di pasal 3 sepertinya merupakan pujian yang digunakan dalam ibadah di rumah Tuhan (lihat 3:19; tulisan yang ada di dalam kurung). Kita bisa memastikan bahwa Habakuk adalah seorang nabi yang menyampaikan nubuatnya kepada umat Yehuda di pelataran bait Allah.

Latar Belakang
Kitab Habakuk ditulis pada saat bangsa Babel (Kasdim) sedang menuju puncak kejayaannya (1:6). Tahun 625 sM, Nabopolasar menjadi raja Babel dengan memberontak terhadap Asyur. Setelah mengalahkan Asyur secara telak (612 sM) dan Mesir (605 sM), Babel menjadi negara adikuasa menggantikan kejayaan Asyur. Pada tahun 598 sM Nebukadnezar (putra Nabopolasar) menyerbu Yehuda dan memulai penawanan raja dan para bangsawannya ke Babel. Jadi, diperkirakan Kitab Habakuk ini ditulis antara tahun 625 sM-598 sM.

Pada saat yang sama, di Yehuda pada pemerintahan raja-raja sesudah Yosia (sesudah 609 sM), kekacauan dalam bidang sosial politik dan ekonomi semakin menjadi-jadi. Ketidakadilan dalam masyarakat merajalela, akibatnya kaum berkuasa, bangsawan, pejabat negara menindas kaum lemah dan rakyat jelata yang miskin.

Kontribusi Teologis
Pertanyaan Habakuk dan jawaban Allah mengisi bagian pertama dari kitab ini. Dalam dialog terungkap kedaulatan Allah menggunakan bangsa kafir untuk menghukum umat-Nya yang jahat, namun tidak berhenti di situ karena Allah juga menghukum bangsa kafir tersebut ketika tindakan mereka menjadi berlebihan dan kejam. Habakuk belajar memercayakan diri kepada Allah yang akan bertindak adil pada waktu-Nya. Iman menjadi kata kunci kitab ini (2:4a) yang kemudian hari dikutip oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:17, Galatia 3:11, dan oleh penulis Ibrani (Ibr. 10:38). Mazmur yang digubah Habakuk mengekspresikan iman kristiani yang percaya kepada Allah walaupun situasinya seperti tidak berpengharapan (Hab. 3:17-19).

 

 

Diambil dari Santapan Harian tahun 2002.

Menurut kitab I Tawarikh 25:1, Habakuk adalah nabi yang melayani di Bait Allah (bdk. 3:19b, keterangan penutup). Dalam tugas tersebut, para nabi bertugas menyediakan jawab bagi umat yang datang beribadah ke Bait Allah yang meminta petunjuk Ilahi. Jadi pemberitaan Habakuk ini mungkin merupakan hasil pergumulan pribadi dan juga umat yang meminta petunjuk mengenai situasi kontemporer yang sedang mencekam umat Yehuda.

Latar belakang
Selama lebih dari 150 tahun, Asyur menjadi kekuatan dunia yang dominan dan ancaman tetap bagi Yehuda. Di Yehuda, raja Yosia telah memimpin pembaruan rohani Ia memusnahkan bukit tempat pemujaan berhala-berhala, memperbaiki Bait Suci, dan memanggil kembali para imam dan orang Lewi untuk menunaikan tugas mereka. Namun pembaruan itu jelas hanya kulitnya saja (1:4). Di Israel, pengadilan dikuasai oleh para pemimpin curang yang menerima suap, mendengarkan dusta dan membengkokkan keadilan. Melawan kejahatan ini, Habakuk berseru kepada Allah. Bagaimana mungkin Allah yang kudus mengizinkan keadaan seperti itu terjadi? Pertanyaan ini menghasilkan suatu jawaban yang sangat mengejutkan.

Kontribusi teologis
o Sejarah bangsa-bangsa membentuk hukuman Ilahi. Karena itu, kebangkitan maupun kejatuhan bangsa-bangsa atau para pemimpin memiliki alasan moral selain alasan rohani, politik dan militer.
o Allah sekarang ini tengah menghakimi orang-orang fasik (ps. 2).
o Pasal 3 merupakan pengakuan Habakuk akan kebenaran Allah dan memohon agar Dia menghakimi Yehuda dengan cepat. Lalu Tuhan memperlihatkan tindakan-tindakan penghakiman-Nya di masa lampau. Ini membuat Habakuk gentar. Akhirnya Habakuk mampu bersukacita dalam keyakinan bahwa Allah akan memampukan dia melewati masa-masa sulit.
o Habakuk menyadari bahwa mata Tuhan terlalu kudus untuk dapat melihat dosa.