Diambil dari Santapan Harian tahun 2004.
Kitab I Raja-raja menceritakan sejarah kerajaan Israel dari Salomo sampai kerajaan Israel terpecah menjadi dua pada zaman Yosafat (raja Yehuda) dan Ahazia (raja Israel). Kitab ini merupakan kelanjutan dari kitab II Samuel. Selain kitab ini, kitab I dan II Samuel serta kitab II Raja-raja, juga menceritakan sejarah kerajaan Israel dari awal permulaan terbentuknya hingga akhir kehancurannya.
Penulis kitab I Raja-raja hidup pada zaman pembuangan di Babel. Ia meneliti masa lalu dan mencoba untuk mengerti mengapa bangsa Israel terbuang di Babel. Kesimpulan penelitiannya adalah bangsa Israel ada di pembuangan, oleh karena hukuman TUHAN atas dosa-dosa mereka.
Latar Belakang
Bangsa Israel adalah bangsa yang memiliki hubungan khusus dengan TUHAN. Mereka terikat pada Perjanjian Sinai untuk hanya setia dan menyembah TUHAN saja. Tetapi sejarah mencatat bahwa bangsa Israel sering mengkhianati TUHAN dengan cara menyembah berhala. Kitab I Raja-raja mencatat bahwa Raja Salomo, putra Daud, pada awalnya setia kepada TUHAN, bahkan ia mendirikan rumah bagi-Nya. Tetapi di akhir hidupnya, Salomo tidak setia dan menyembah berhala. Dari tujuh raja yang disebutkan dalam kitab ini, hanya dua raja saja, dari kerajaan Yehuda, yang setia kepada TUHAN. Raja yang tidak setia biasanya membawa rakyatnya ikut berdosa menyembah berhala. Sehingga TUHAN membangkitkan nabi-nabi untuk menghadapi kejahatan bangsa Israel. Para nabi bertugas menegur raja yang tidak setia dan jahat, serta mengumumkan hukuman TUHAN kepada mereka. Elia adalah salah satu nabi penting yang hidup pada masa pemerintahan Raja Ahab. Pertarungannya dengan para nabi Baal telah membuktikan bahwa penyembahan berhala yang dilakukan Raja Ahab dan rakyatnya telah melanggar perintah TUHAN.
Kontribusi Teologis
Dari kitab ini kita belajar bahwa TUHAN berdaulat atas umat-Nya. TUHAN menghukum ketidaksetiaan dan kejahatan umat-Nya, tetapi juga menyediakan kesempatan, pemulihan dan berkat kepada umat-Nya yang mau bertobat.






