Buku Renungan Santapan Harian
Buku Hidup Dalam Terang
Buku Karier Panggilan atau Pilihan?
Buku Renungan Anak SuperKidz
Buku Rohani Ready To Serve
Buku Rohani Authority to Heal

Pengunjung

  • Site Counter: 566719
  • Unique Visitor: 115837

Pengantar Kitab Markus

Diambil dari Santapan Harian tahun 2003.

Kisah-kisah dalam Injil telah jarang membuat kita terkejut ketika membacanya, tentu saja karena kita sudah membaca/mendengarnya berulang kali. Karena itu, lebih baik Kristen pembaca Injil Markus ini meneladani sikap penggemar fanatis film tertentu yang dapat menonton berulang kali film yang sama dan tetap tersentuh, terpukau dan terkejut olehnya. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus kita ingat ketika kita membaca Injil Markus (selain info umum tentang tahun penulisan: + 60-70 M, dan penulisnya: Yohanes Markus berdasarkan ingatan Petrus).

Pertama, Markus menyampaikan Injil tentang Yesus Kristus dalam bentuk narasi atau cerita. Ia tidak berusaha menyampaikan catatan historis yang lengkap. Susunan kisahnya pun disusun secara tematis, bukan kronologis (ini telah lama diakui para penafsir, mulai dari Papias, + 140 M, generasi kedua setelah meninggalnya para rasul). Karena itu, hal yang menjadi prioritas untuk dilihat pembaca adalah gambaran utuh tentang diri Kristus dan berbagai tanggapan dari karakter-karakter lain terhadap diri-Nya.

Kedua, Markus adalah Injil bertempo cepat. Injil Markus cepat berpindah dari satu adegan ke adegan lain. Tempo cepat ini disengaja oleh Markus, mengingat pentingnya berita yang ingin disampaikannya: Yesus adalah Tuhan, dan Ia telah datang bersama kita! Kita yang membaca Injil diharapkan juga dapat merasakan kegentingan dan gejolak sukacita ini.

Ketiga, Injil tidak hanya berarti berita tentang Kerajaan Allah dan seruan pertobatan yang disampaikan Yesus (1:15), tetapi keseluruhan kisah yang dituliskan Markus ini pun adalah Injil (1:1). Karena itu, Injil tidak hanya berita, perkataan ataupun pengajaran, tetapi juga tindakan-tindakan Yesus yang konkret. Para pembaca dipanggil tidak hanya untuk menerima, mengerti dan belajar, tetapi juga merespons, meneladani, dan bertindak berdasarkan berita Injil yang disampaikan melalui kisah Yesus sang Juruselamat ini.

 

 

Diambil dari Santapan Harian tahun 1985.

Dari empat Kitab Injil dalam Perjanjian baru, Markus adalah Kitab Injil yang pertama kali ditulis. Hal itu terjadi sekitar tahun 64 M., tahun ketika Kaisar Romawi diagung-agungkan sebagai anak dewa. Penulisnya Markus, lengkapnya Yohanes Markus. Ia tidak tergolong dalam rombongan kelompok 12, namun Yesus dan murid-murid-Nya tidak asing lagi baginya. Setiap Yesus ke Yerusalem, rumah Maryam ibu Markus menjadi tempat tumpangannya. Tidak heran bila Markus hadir di Getsemani, saat ia lari bugil waktu Yesus ditangkap (14:51).

Roh Kudus memimpin dia menjadi Penulis Kitab Suci. Pengalamannya waktu mengikut Paulus dan Barnabas, juga akhirnya Petrus, telah membentuk dia menjadi seorang pahlawan iman. Ini nyata dari keterus-terangannya menyaksikan Injil Kerajaan Allah. Dengan Injilnya, Markus ingin menegaskan, bahwa Yesuslah satu-satunya Raja, Mesias, Juruselamat, Anak Allah yang mampu menyelamatkan, yang patut ditaati sepenuh hati. Karena terutama ditujukan untuk pembaca non Yahudi berlatar belakang budaya Roma, Injilnya bersifat praktis. Yesus dilukiskan sebagai pelayan yang gesit, penuh energi. Ini terjadi karena Dia dipenuhi Roh Allah, dan mengasihi manusia.